Apakah itu Hipertensi??
Hipertensi alias tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang banyak dijumpai di muka bumi ini. Penyakit ini dikenal sebagai the silent killer atau pembunuh tersembunyi karena pada banyak kasus tidak timbul gejala hingga terjadi komplikasi serius.
Hipertensi beresiko besar bila tidak diobati. Tekanan darah yang terampau tinggi membuat jantung memompa lebih keras, yang akhirnya menyebabkan gejala jantung (dekompensatio), serangan otak (stroke), infark jantung (myocard infarction) dan cacat pada ginjal serta pembuluh darah.
Hipertensi lebih banyak diderita oleh pria yang dimulai pada usia pertengahan. Tekanan darah tinggi terjadi saat aliran darah berusaha memberikan tekanan yang lebih besar terhadap dinding pembuluh darah arteri. Tekanan darah normal berkisar antara 120/90 mmHg.
Tekanan darah dibedakan atas tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan di dalam pembuluh darah arteri ketika darah dipompa keluar dari jantung. Tekanan darah diastolik adalah tekanan di dalam pembuluh darah arteri ketika jantung dalam keadaan istirahat atau diantara dua denyut jantung.
Bagaimana Menentukan Seseorang Terdiagnosa Hipertensi?
Tekanan darah diukur dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah. Dokter atau perawat akan mengukur tekanan darah anda mungkin lebih dari satu kali untuk memastikan apakah anda didiagnosa tekanan darah tinggi(hipertensi).
Seberapa seringkah Kita harus melakukan cek tekanan darah?
Pada anak-anak ada kalanya perlu dilakukan pemeriksaan tekanan darah , dumulai sejak umur dua tahun. Setelah usia 21 tahun, periksakanlah tekanan darah anda sekurang-kurangnya satu kali tiap 2 tahun. Lakukanlah pemeriksaan tekanan darah lebih sering jika anda dulunya sudah mempunyai tekanan darah tinggi.
Masalah yang dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi akan merusak pembuluh-pembuluh darah karena tekanan yang tinggi pada pembuluh darah. Hal ini pada gilirannya akan menaikkan resiko terserang stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, dan heart attack (serangan jantung).
Gejala-gejala hipertensi
Hipertensi biasanya tidak menunjukan gejala dan tanda. Hal ini mengapa sangat penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Hanya pemeriksaan tekanan darah tinggi dengan menggunakan alat pemeriksaan tekanan darah tinggi yang dapat digunakan untuk mengetahui diagnosa hipertensi.
Minggu, 19 Desember 2010
Kamis, 16 Desember 2010
Bahan Simakan yang dapat Menarik Perhatian
Agar presentasi dapat menarik perhatian para penyimak, maka haruslah memenuhi butir-butir berikut ini:
- Tema Harus up-to-date. Bahan-bahan mutakhir yang terbaru, yang muncul dalam kehidupan biasanya menarik perhatian. Oleh sebab itu sang pembicara harus pandai memilih salah satu topik masalah yang masih menjadi buah pembicaraan dalam masyarakat. Kalau hal ini dapat diseleksi dengan baik, tentu pembicaraan yang disajikan pasti menarik perhatian, sebab semua orang ingin tahu akan masalah itu dan bagaimana cara pemecahannya atau penyelesaiannya.
- Tema Terarah dan Sederhana. Tema pembicaraan jangan terlalu luas. Cakupan pembicaraan yang terlalu luas takkan terjangkau oleh para penyimak. Pilihlah salah satu topik yang sederhana, jangan terlalu rumit dan sukar, yang muncul dari kehidupan sehari-hari. Bahan pembicaraan yang terlalu mengambang serta rumit tidak akan menarik perhatian, malahan membosankan dan membingungkan para penyimak. Harus diingat bahwa yang "sederhana" tidak harus diidentikkan dengan "jelek" dan "tidak berguna"
- Tema dapat menambah pengalaman dan pemahaman. Dari pembicaraan seseorang, biasanya kita mengharapkan adanya hal-hal yang dapat menambah pengetahuan. Topik atau tema yang disajikan dapat memperkaya pengalaman dan mempertajam pemahaman serta penguasaan para penyimak akan masalah itu. Nah, baik topik, maupun cara penyajiannya harus mampu memenuhi tuntutan itu. Siapa yang mau membuang-buang waktu dan tenaga justru untuk menyimak hal-hal yang tidak berguna, bukan?
- Tema bersifat sugestif dan evaluatif. Tema atau topik pembicarran haruslah dipilih sedemikian rupa sehingga merangsang penyimak untuk berbuat dengan tepat serta dapat memberi penilaian tepat tidaknya, baik buruknya tindakan yang akan dilaksanakan. Pokok pembicaraan harus dapat menggugah serta merangsang para penyimak untuk berbuat, bertindak, dan berkata dalam hatinya: "Sayapun pasti dapat dan berhasil mengerjakan hal serupa itu".
- Tema bersifat motivatif. Topik atau tema pembicaraan seyogyanya dapat memberikan dorongan kuat untuk berbuat lebih giat dan lebih baik. Dapat memotivasi par apenyimak untuk bekerja lebih tekun untuk mencapai hasil yang lebih baik. Tentunya sang pembicara tidak mengharapkan kurangnya motivasi berbuat dan bertindak para penyimak setelah menyimak ceramah atau ujarannya.
- Pembicara harus dapat menghibur. Manusia hidup membutuhkan hiburan, apalagi setelah bekerja berat seharian. Dengan menyimak sesuatu, maunya orang bisa melupakan kesusahan atau masalah hidup, paling sedikit buat sementara, pada saat menyimak itu. Oleh sebab itu sang pembicara harus pandai berkelakar, membuat humor yang dapat membuat para penyimak tertawa, kalau perlu sampai terbahak-bahak.
- Bahasa sederhana mudah dimengerti. Banyak orang beranggapan bahwa suatu ceramah, kuliah, atau pembicaraan yang bermutu harus diiringi oleh kata-kata yang pelik, istilah-istilah baru, dan kalimat-kalimat yang panjang serta rumit. Anggapan itu keliru. Dengan bahsa yang "sederhana" pun pesan dapat disampaikan kepada para penyimak. Justru dengan bahasa yang sederhana, tema atau topik pembicaraan lebih mudah dipahami, lebih cepat dimengerti, komunikasi berjalan lasncar tanpa kendala kebahsaan. Oleh karena itu sang pembicara harus dapat mempergunakan bahasa yang sederhana, yang mudah dimengerti, serta diselang-seling dengan humor dan petatah-petitih.
- Komunikasi dua arah. Alangkah baiknya jika suatu ceramah memberi kesempatan bertanya atau mengemukakan pendapat kepada para penyimak. Jadikanlah forum komunikasi itu menjadi komunikasi dua arah. Sang pembicara harus mengusahakan timbulnya dialog dia dengan partisipan, walaupun hal ini menuntut pengetahuan umum yang luas. Komunikasi itu jangan dibicarakan menjadi ajang duolog melulu, yang membuat perhatian penyimak pudar atau hilang sama sekali. Beri kesempatan berbicara juga kepada penyimak, saling berganti agar komunikasi hidup, bersifat dua arah, merupakan dialog.
Kemampuan Menyimak
Mengapa kita menyimak? Seseorang menyimak karena isi pembicaraan yang ia dengar menarik perhatian atau berguna baginya. Ada kalanya orang menyimak demi kesenangan, dari pemahaman, dan demi penilaian. Dalam hal ini, kegiatan menyimak itu untuk menikmati, untuk memahami, dan untuk menilai bahan pembicaraan yang dikemukakan oleh pembicara.
1.Menyimak Untuk Menikmati
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali bahan simakan yang dapat memberi kesenangan, kegembiraan, kenikmatan kepada kita. Kita bisa tertawa terpingkal-pingkal saat menyimak monolog, duolog, ataupun dialog dalam siaran radio dan televisi, ataupun yang sebenarnya. Kita bisa terhibur ketika menyimak lagu-lagu, musik-musik, dan lelucon-lelucon yang dibawakan para pelawak kita. Bisa lupa segala kesusahan dan tugas berat karenanya. Nikmat bukan?
Apabila kita menyimak demi kesenangan, demi kenikmatan, maka aturan-aturan berikut akan terasa menguntungkan:
2. Menyimak Demi Penilaian
Menyimak evaluatif memainkan peranan jenis menyimak yang paling canggih yang dapat kita rasakan. Dalam kegiatan menyimak evaluatif ini, kita selaku penyimak harus mampu memberikan penilaian, pendapat, keputusan, dam komentar yang kritis terhadap materi pembicaraan.
Kalau kita menyimak demi penilaian, maka ada manfaatnya menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Anda menyimak pembacaan/penyajian sebuah tulisan/artikel
2. Anda menilai pembicaraan itu berdasarkan urutan isi pembicaraan penyajian
3. Anda dapat menyimpulkan isi pembicaraan ini baik atau buruk?
3.Menyimak Demi Pemahaman
Menyimak pemahaman ini jauh lebih sulit daripada menyimak demi penikmatan. Menyimak pemahaman menuntut suatu pemetikan tema atau pesan tertentu dan terarah, suatu perasaan mengenai keseluruhan strukturnya, pemahaman pengertian-pengertian istilah pengenalan atas jenis-jenis materi penunjang, suatu perasaan untuk membedakan yang lebih penting dari yang kurang penting pada pembicaraan itu, dan juga suatu penafsiran bagaimana carnya sang pembicara menyesuaikan ide, sikap, keyakinan, dan nilainya terhadap penyimak.
Menyimak pemahaman ini lebih sulit karena penyimak tidak menerima setiap stimulus yang dikirim oleh pembicara. Menyimak pemahaman menurut si penyimak paham terhadap proses komplesi atau resolusi atau proses penyelesaian.
Kalau kita menyimak demi pemahaman, hendaknya ikuti langkah-langkah berikut:
1.Menyimak Untuk Menikmati
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali bahan simakan yang dapat memberi kesenangan, kegembiraan, kenikmatan kepada kita. Kita bisa tertawa terpingkal-pingkal saat menyimak monolog, duolog, ataupun dialog dalam siaran radio dan televisi, ataupun yang sebenarnya. Kita bisa terhibur ketika menyimak lagu-lagu, musik-musik, dan lelucon-lelucon yang dibawakan para pelawak kita. Bisa lupa segala kesusahan dan tugas berat karenanya. Nikmat bukan?
Apabila kita menyimak demi kesenangan, demi kenikmatan, maka aturan-aturan berikut akan terasa menguntungkan:
- Duduklah secara menyenangkan, dalam posisi santai, baik fisik maupun mental.
- Usahakan adanya suatu sikap yang reseptif
- Gunakanlah imajinasi dan empati
- Periksalah secara kritis reaksi-reaksi diri sendiri setelah mendengarkan bahan simakan itu.
- Mendengarkan musik/lagu dari tape recorder
- Menyimak pembacaan cerita lucu, puisi, dan cerpen
- Menyimak teman menyanyikan lagu
2. Menyimak Demi Penilaian
Menyimak evaluatif memainkan peranan jenis menyimak yang paling canggih yang dapat kita rasakan. Dalam kegiatan menyimak evaluatif ini, kita selaku penyimak harus mampu memberikan penilaian, pendapat, keputusan, dam komentar yang kritis terhadap materi pembicaraan.
Kalau kita menyimak demi penilaian, maka ada manfaatnya menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apakah tujuan umun dan tujuan khusus pembicara?
- Bagaimanakah cara sang pembicara memangkitkan serta menarik minat dan perhatian penyimak?
- Apakah si pembicara itu merupakan sumber yang dapat dipercaya mengenai masalah yang dibicarakan?
- Dapatkah Anda melihat atau merasakan asumsi-asumsi tersirat penting dalam pembicaraan tersebut?
- Apakah gaya dan bahasa pembicara menunjang kejelasan dan kepersuasifan ide-ide yang dikemukakannya?
- Tuntutan apakah yang diharapkan sang pembicara kepada anda sebagai penyimak selaku insan yang bernalar dan berperasaan?
1. Anda menyimak pembacaan/penyajian sebuah tulisan/artikel
2. Anda menilai pembicaraan itu berdasarkan urutan isi pembicaraan penyajian
3. Anda dapat menyimpulkan isi pembicaraan ini baik atau buruk?
3.Menyimak Demi Pemahaman
Menyimak pemahaman ini jauh lebih sulit daripada menyimak demi penikmatan. Menyimak pemahaman menuntut suatu pemetikan tema atau pesan tertentu dan terarah, suatu perasaan mengenai keseluruhan strukturnya, pemahaman pengertian-pengertian istilah pengenalan atas jenis-jenis materi penunjang, suatu perasaan untuk membedakan yang lebih penting dari yang kurang penting pada pembicaraan itu, dan juga suatu penafsiran bagaimana carnya sang pembicara menyesuaikan ide, sikap, keyakinan, dan nilainya terhadap penyimak.
Menyimak pemahaman ini lebih sulit karena penyimak tidak menerima setiap stimulus yang dikirim oleh pembicara. Menyimak pemahaman menurut si penyimak paham terhadap proses komplesi atau resolusi atau proses penyelesaian.
Kalau kita menyimak demi pemahaman, hendaknya ikuti langkah-langkah berikut:
- Kenalilah ide-ide utama atau gagasan-gagasan pokok sang pembicara, pusatkanlah perhatian pada masing-masing ide itu yang disajikan oleh pembicara.
- Kenalilah struktur atau susunan butir-butir pokok yang dominan. Harus dapat dipastikan apakah ide-ide itu disusun kronologi atau berpola pemecahan masalah.
- Periksalah secara kritis rincian-rincian yang dipakai untuk mengembangkan serta menunjang ide-ide pokok.
- Hubungkan ide-ide pokok pembicara dengan kepercayaan, sikap, nilai-nilai , dan perilaku kita sendiri.
Pengertian dan Kemampuan Berbahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang secara esensial, umum dan bersifat sosial karena dalam komunikasi selalu ada dua pihak yang terlibat, yaitu sebagai pemberi materi dan penerima informasi. Informasi yang dimaksud pada dasarnya dapat dibagi atas dua jenis yaitu sebagai berikut:
Dalam berkomunikasi ada dua macam, yakni komunikasi lisan dan komunikasi tulisan. Berdasarkan sistem komunikasi dalam kemampuan berbahasa ada empat kemampuan yang harus dibina dan dikembangkan, yaitu sebagai berikut:
- Informasi kognitif: informasi yang berkaitan dengan penalaran, seperti pengrtian-pengertian, asumsi-asumsi, dan pikiran-pikiran tentang sesuatu
- Informasi afektif: informasi yang berkaitan dengan perasaan sedih, rasa sakit, solidaritas, kegembiraan, dan pengharapan.
Dalam berkomunikasi ada dua macam, yakni komunikasi lisan dan komunikasi tulisan. Berdasarkan sistem komunikasi dalam kemampuan berbahasa ada empat kemampuan yang harus dibina dan dikembangkan, yaitu sebagai berikut:
- Menyimak
- Berbicara
- Membaca
- Menulis
Rabu, 15 Desember 2010
Klasifikasi Saluran Transmisi
A. Klasifikasi untuk Keperluan Diagram Pengganti
Untuk keprluan analisa dan perhitungan maka diagram pengganti biasanya dibagi dalam tiga kelas, yaitu: (a) Kawat pendek ( <80km)>250km).
Sebenarnya klasifikasi di atas sangat kabur dan sngat relatif. Klasifikasi saluran transmisi harus didasarkan atas besar kecilnya kapasitansi ke tanah. Jadi Bila kapasitansinya kecil, dengan demikian arus bocor ke tanah kecil terhadap arus beban, maka dalam hal ini kapasitansi ke tanah dapat diabaikan, dan dinamakan kawat pendek. Tetapi bila kapasitansi sudah mulai besar sehingga tidak dapat diabaikan, tetapi belum begitu besar sekali sehingga masih dapat dianggap seperti kapasitansi terpusat (lumped capacitance), dan ini dinamakan kawat menengah. Bila kapasitansi itu besar sekali sehingga tidak mungkin lagi dianggap sebagai kapasitansi terpusat, dan harus dianggap terbagi rata sepanjang saluran, maka dalam hal ini dinamakan kawat panjang.
Untuk keprluan analisa dan perhitungan maka diagram pengganti biasanya dibagi dalam tiga kelas, yaitu: (a) Kawat pendek ( <80km)>250km).
Sebenarnya klasifikasi di atas sangat kabur dan sngat relatif. Klasifikasi saluran transmisi harus didasarkan atas besar kecilnya kapasitansi ke tanah. Jadi Bila kapasitansinya kecil, dengan demikian arus bocor ke tanah kecil terhadap arus beban, maka dalam hal ini kapasitansi ke tanah dapat diabaikan, dan dinamakan kawat pendek. Tetapi bila kapasitansi sudah mulai besar sehingga tidak dapat diabaikan, tetapi belum begitu besar sekali sehingga masih dapat dianggap seperti kapasitansi terpusat (lumped capacitance), dan ini dinamakan kawat menengah. Bila kapasitansi itu besar sekali sehingga tidak mungkin lagi dianggap sebagai kapasitansi terpusat, dan harus dianggap terbagi rata sepanjang saluran, maka dalam hal ini dinamakan kawat panjang.
Telah disebutkan bahwa klasifikasi berdasarkan panjang kawat sangat kabur. Seperti diketahui makin tinggi tegangan operasi maka kemungkinan timbulnya korona sangat besar. Korona ini akan memperbesar kapasitansi, dengan demikian akan memperbesar arus bocor. Jadi ada kalanya walaupun panjang saluran hanya 50km, misalnya, dan bila tegangan kerja sangat tinggi (Tegangan Ekstra Tinggi EHV, apalagi tegangan Ultra Tinggi, UHV) makabkapasitansi relatif besar sehingga tidak mungkin lagi diabaikan walaupun panjang saluran hanya 50 km. Jadi untuk memperoleh hasil yang teliti, sebelum kita dapat menggambarkan diagram pengganti saluran transmisi, lebih baik bila dihitung terlebih dahulu kapasitansi termasuk pengaruh korona. Dalam praktek klasifikasi saluran transmisi menurut panjangnya seperti tertera diatas sudah memadai.
B. Klasifikasi Saluran Transmisi Menurut Tegangan Kerja
Di Indonesia,standar tegangan transmisi adalah : 66, 150, 380, dan 500KV, dan klasifikasi menurut tegangan ini masih belum nyata. Tetapi di negara-negara yang telah maju, terutama dalam bidang transmisi, seperti: USA, Rusia, Kanada, dimana tegangan transmisi telah mencapai harga 1000KV, maka di sana klasifikasi berdasarkan tegangan adalah: (a) Tegangan Tinggi: sampai 138 KV ; (b) Tegangan Ekstra Tinggi (Extra High Voltage, EHV) antara 220-785 KV; (c) Tegangan Extra Tinggi (Ultra High Voltage, UHV) di atas tegangan 765 KV.
C. Klasifikasi Berdasarkan Fungsinya Dalam Operasi
Berdasarkan Fungsinya dalam operasi, saluran transmisi sering diberi nama: (a) transmisi : yang menyalurkan daya besar dari pusat-pusat pembangkit ke daerah beban, atau antara dua atau lebih sistem. Yang terakhir ini disebut juga sebagai saluran interkoneksi atau "tie-line" ; (b) sub-transmisi: sub-transmisi ini biasanya adalah transmisi percabangan dari saluran yang tinggi ke saluran yang lebih rendah; (c) distribusi : Di Indonesia telah ditetapkan bahwa tegangan distribusi adalah 20 KV.
Di Indonesia,standar tegangan transmisi adalah : 66, 150, 380, dan 500KV, dan klasifikasi menurut tegangan ini masih belum nyata. Tetapi di negara-negara yang telah maju, terutama dalam bidang transmisi, seperti: USA, Rusia, Kanada, dimana tegangan transmisi telah mencapai harga 1000KV, maka di sana klasifikasi berdasarkan tegangan adalah: (a) Tegangan Tinggi: sampai 138 KV ; (b) Tegangan Ekstra Tinggi (Extra High Voltage, EHV) antara 220-785 KV; (c) Tegangan Extra Tinggi (Ultra High Voltage, UHV) di atas tegangan 765 KV.
C. Klasifikasi Berdasarkan Fungsinya Dalam Operasi
Berdasarkan Fungsinya dalam operasi, saluran transmisi sering diberi nama: (a) transmisi : yang menyalurkan daya besar dari pusat-pusat pembangkit ke daerah beban, atau antara dua atau lebih sistem. Yang terakhir ini disebut juga sebagai saluran interkoneksi atau "tie-line" ; (b) sub-transmisi: sub-transmisi ini biasanya adalah transmisi percabangan dari saluran yang tinggi ke saluran yang lebih rendah; (c) distribusi : Di Indonesia telah ditetapkan bahwa tegangan distribusi adalah 20 KV.
Selasa, 14 Desember 2010
Pengertian Diskusi
A.Pengertian Diskusi
Kata diskusi berasal dari bahasa latin discussio, discussi, atau discussum yang berarti memeriksa, memperbincangkan, membahas. Dalam bahasa Inggris dipakai kata discussion yang berarti : perundingan atau pembicaraan.
B. Manfaat Diskusi
Peserta diskusi dapat memahami masalah, mengetahui sebab-sebab munculnya masalah, dan menemukan jalan keluar atau pemecahan yang rumit yang tidak dapat diatasi oleh perseorangan.
Peserta diskusi dapat menetapkan suatu kesepakatan untuk melakukan tindakan, kegiatan, pekerjaan atau sikap tertentu.
Peserta diskusi dapat melihat dengan nyata gagasan-gagasan atau rencana yang terbaik sebagai pemikiran bersama.
Peseta Diskusi dapat menerima sesuatu yang tak mungkin hanya melalui membaca atau mendengarkan ceramah. Dalam diskusi peserta dapat belajar dari peserta lain mengenai pengalaman, cara berpikir, cara menentukan sikap, cara mengambil keputusan, dan lain-lain.
Kata diskusi berasal dari bahasa latin discussio, discussi, atau discussum yang berarti memeriksa, memperbincangkan, membahas. Dalam bahasa Inggris dipakai kata discussion yang berarti : perundingan atau pembicaraan.
B. Manfaat Diskusi
Peserta diskusi dapat memahami masalah, mengetahui sebab-sebab munculnya masalah, dan menemukan jalan keluar atau pemecahan yang rumit yang tidak dapat diatasi oleh perseorangan.
Peserta diskusi dapat menetapkan suatu kesepakatan untuk melakukan tindakan, kegiatan, pekerjaan atau sikap tertentu.
Peserta diskusi dapat melihat dengan nyata gagasan-gagasan atau rencana yang terbaik sebagai pemikiran bersama.
Peseta Diskusi dapat menerima sesuatu yang tak mungkin hanya melalui membaca atau mendengarkan ceramah. Dalam diskusi peserta dapat belajar dari peserta lain mengenai pengalaman, cara berpikir, cara menentukan sikap, cara mengambil keputusan, dan lain-lain.
Senin, 13 Desember 2010
Cara Mendesain Presentasi Yang Menarik
Manusia memang berbeda satu sama yang lain. Satu pesan yang sama bisa berbeda sekali maknanya jika ditangkap oleh orang yang berbeda. Satu contoh sederhana, bacalah urutan angka romawi berikut:
I II III IV
Bacalah dengan urut. Saya yakin hampir semua dari anda akan membaca : romawi satu , romawi dua, romawi tiga, romawi empat. Mengapa saya begitu yakin begitu yakin bahwa anda semua membaca seperti itu? Pertama, karena anda orang Indonesia, dan kedua, cara membaca anda dari kiri ke kanan. Sekarang coba berikan urutan tersebut ke teman anda di Timur Tengah, misalnya di Mesir. Tanyakan urutan angka romawi tersebut. Anda pasti terkejut mendengar jawabannya. Ia menjawab ---tentu saja dengan bahasa Mesir--- romawi empat, romawi tiga, romawi dua, dan romawi satu. Dalam hati, anda berkata, "Aneh, kok jawabannya bisa terbalik, ya?"
Jika Anda memutuskan menggunakan alat bantu visual, inagtlah selalu bahwa presentasi adalah sebuah pertukaran antara Anda dan audience. Jadi, seindah apapun desain (menurut) anda, jika nda tidak bisa menguasai audience, pesan-pesan yang anda ingin sampaikan akhirnya hanya untuk diri anda sendiri. Seindah apapun desain visual, jika ia tidak bisa dipahami oleh audience, presentasi anda bisa runyam.
Nah, dalam tips kali ini, ada tiga hal yang bisa anda poles agar presentasi anda semakin menarik, yaitu:
- Desain teks (kalimat). Gunakanlah kalimat-kalimat efektif yang pendek, susunan yang mudah dimengerti, dan konsisten.
- Gunakan gambar atau foto yang bisa meyakinkan audience. Sertakan bukti-bukti untuk mendukung pernyataan-pernyataan anda. Siapkan juga foto yang menarik yang sesuai dengan tema. JIka audience mulai jenuh, tunjukanlah gambar tersebut untuk mencairkan suasana.
- Gunakan charts(grafik) yang membuat data anda lebih mudah dibaca. Data mentah itu ibarat mutiara yang belum diasah. Asahlah sehingga bisa anda gunakan dan membuat penampilan anda semakin menarik.
Jadi, buatlah desain visual yang mudah dimengerti, gampang dibaca, dan--yang paling penting-- yang isinya mendukung pertanyaan-pertanyaan anda. Namun, jangan lupa, cari tahu dulu siapa saja yang kira-kira akan menghadiri presentasi anda. Siapa tawu audience yang hadir itu adalah orang-orang yang tiap hari membaca dari kanan ke kiri. Sementara, tulisan, gambar, charts yang anda siapkan semuanya dibaca dari kiri ke kanan.
Langganan:
Postingan (Atom)